6.9.13

tidak ada yang perlu ditunggu darimu

Posted by Risky Rinanda Anggraeni at 9:00 AM 0 comments

mulai dari awal seharusnya aku harus mengerti arti dari ucapan singkatmu. mulai dari awal juga seharusnya aku menahan perasaanku. tapi sepertinya perasaanku tak mau sedikitpun diajak kompromi. tak mau sedikitpun mengikuti akal sehatku. perasaanku lebih memilih mengikuti egoku. ego yang selalu optimis bahwa suatu saat nanti aku bisa bersamamu lebih lama , tentunya dengan status yang lebih jelas.

aku mulai merasakan itu sayang. angan yang tak kunjung jadi kenyataan. aku hanya bisa memelukmu sesaat dan setelah itu aku harus sadar diri bahwa dirimu tak pantas kupeluk seerat dan selama yang kumau. aku harus merasakan kecemburuan itu sendiri. merasakan sakit itupun sendiri.

mungkin menurutmu itu adalah hal biasa dan hal yang wajar bagimu. tp tidak untukku. aku menangis dalam diam. mencari celah agar orang lain tak mendengar isak tangisku. aku nyaris terbiasa dengan hal itu. aku juga sudah terbiasa dengan perlakuanmu yang sebenarnya menyakitiku. ingin rasanya aku meminta kepastian yang selama ini aku inginkan.

seharusnya aku mengerti akan ucapan singkatmu. tidak ada yang perlu ditunggu dari dirimu.

untitled

Posted by Risky Rinanda Anggraeni at 8:35 AM 0 comments

Awalnya, matamu dan senyummu tak berarti apa-apa bagiku.
Sapa lembutmu, tutur katamu, bukan menjadi alasan senyumku
setiap harinya. Semua mengalir begitu saja, kita tertawa
bersama, kita menghabiskan waktu bersama, tanpa tahu bahwa
cinta diam-diam menyergap dan menyeringai santai dibalik
punggungmu dan punggungku. Kita saling bercanda,
menertawakan diri sendiri, tanpa tahu bahwa rasa itu menelusup
tanpa ragu dan mulai mengisi labirin-labirin hatimu dan hatiku
yang telah lama tak diisi oleh seseorang yang spesial.

Tatapan matamu, mulai menjadi hal yang tak biasa di mataku.
Caramu mengungkapkan pendapat, tak lagi menjadi hal yang
kuhadapi dengan begitu santai. Renyah suara tawamu
menghipnotis bibirku untuk melengkungkan senyum manis,
menyambut lekuk bibirmu yang tersenyum saat menatapku. Aku
tahu semua berubah menjadi begitu indah, sejak pembicaraan
yang sederhana menjadi pembicaraan spesial yang begitu
menyenangkan bagiku. Aku bertanya ragu, inikah kamu yang
tiba-tiba mengubah segalanya jadi merah jambu?

Tanpa kusadari, namamu sering kuselipkan dalam baris-baris
doa. Diam-diam aku senang menulis tentangmu, tersenyum
tanpa sebab sambil terus menjentikkan jemariku. Tanpa
kesengajaan, kauhadir dalam mimpiku, memelukku dengan erat
dan hangat, sesuatu yang belum tentu kutemukan dalam dunia
nyata saat aku terbangun nanti. Hari-hariku kini terisi oleh
hadirmu, laju otakku kini tak mau berhenti memikirkanmu, aliran
darahku menggelembungkan namamu dalam setiap tetes
hemoglobinnya. Berlebihan kah? Bukankah mahluk Tuhan selalu
bertingkah berlebihan ketika sedang jatuh cinta? Saat menatap
matamu, ada kata-kata yang sulit keluar dari bibirku. Saat
mendengar sapa manjamu, tercipta rasa yang begitu lemah
untuk kutunjukkan walaupun aku sedang berada bersamamu.

Aku diam, saat menatap matamu apalagi mendengar suaramu.
Aku membiarkan diriku jatuh dalam rindu yang mengekang dan
membuatku sekarat. Aku membiarkan diriku tersiksa oleh angan
yang kauciptakan dalam magisnya kehadiranmu. Astaga Tuhan,
ciptaanMu yang satu ini membuatku pusing tujuh keliling! Setiap
malam, ketika dingin menyergap tubuhku, aku malah
membayangkanmu, bagaimana jika kamu memelukku?
Bagaimana jika ini? Bagimana jika itu? Ah, selain indah ternyata
kamu juga pandai menganggu pikiran seseorang, sehingga
otakku hanya berisi kamu, kamu, dan kamu dalam berbagai
bentuk!

Sepertinya aku mencintaimu…
Pada setiap percakapan kecil yang berubah menjadi perhatian
sederhana yang kauperlihatkan padaku. Sepertinya aku
mencintaimu…
Dengan kebisuan yang kausampaikan padaku. Kita hanya
berbicara lewat tatapan mata, kita hanya saling mengungkapkan
lewat sentuhan-sentuhan kecil.

Sepertinya aku mencintaimu…
Karena aku sering merindukanmu, karena aku bahkan tak tahu
mengapa aku begitu menggilaimu Sepertinya aku mencintaimu...

Kepada kamu, yang masih saja tak mengerti perasaanku.

6.8.13

Mommy :'(

Posted by Risky Rinanda Anggraeni at 1:30 PM 0 comments
Disaat aku mulai rapuh, sudikah kamu memelukku lagi ? Disaat aku tejatuh, apakah kamu mau mengulurkan tangan lembutmu untuk membantuku bangun ? Disaat aku mulai merasa tidak berguna lagi, apakah kamu mau merangkul pundakku dan mengatakan 'aku disini untukmu' ?. Mungkin bukan hanya kehidupan cintaku yang tak ada cahayanya. Tapi juga hidupku yang nyata. Kelam. Tanpa arah dan tujuan.

Memang. Hidup itu harus ada yang pergi dan juga harus ada yang datang. Dan itu pasti. Tapi mengapa tuhan menakdirkan seseorang pergi ketika kita merasa amat sangat menyayanginya ? mengapa tuhan membiarkan kita mengeluh sia – sia karena kepergian ? tidak adil memang. Tapi semua itu tak akan bisa terbantahkan dan tak akan pernah bisa diurungkan. Hidup ini tak semudah mengaturnya hanya dengan kantung ajaib doraemon atau mungkin dengan tongkat sihir yang kamu beli dengan harga ribuan dolar di toko sihir. Kita hanya artis kawakan.

Aku sudah pernah merasakan ini sebelumnya. Mendengar berkali – kali umpatan di pagi hari yang memaksaku bangun dan berharap semua yang terjadi adalah sebuah mimipi buruk yang menakutkan. Ketika aku berusaha mencubit lengan tanganku aku pasti akan terbangun. Tapi ternyata tidak, semua ini nyata. Pertengkaran hebat mungkin sudah menjadi kegiatan rutin. Kemarin lusa, kemarin, hari ini dan mungkin esok.  Aku hanya bisa diam menahan amarah. Ada hasratku untuk menghentikan ini semua. Tapi apalah aku ? aku hanya anak ingusan yang hanya bisa menangis didalam kamar dan membiarkan ibuku pergi dengan mata yang sembab tanpa mempedulikan apakah anak – anaknya akan begitu merindukannya ketika hanya tumpukan bajunya di lemari tanpa pernah ada. Dia sudah lelah untuk berusaha memperbaiki keadaan. Kini, yang kulihat hanyalah ayahku yang merokok menahan amarah yang menjadi – jadi tanpa berusaha mencegahnya. Sesungguhnya aku mengerti, dia tak akan pernah rela.

Aku mulai merindukan sosoknya yang pagi – pagi menggedor – gedor kamarku seakan – akan ingin merobohkannya. Aku rindu bau masakannya. Bahkan aku sangat rindu dengan omelannya. Mungkin kemarin aku muak dengan omelannya tapi kenapa aku hanya diam ? disaat dia telepon menanyakan kabarku, kenapa aku hanya berkata ‘aku baik – baik saja bu’ tanpa mengatakan ‘bu, aku merindukanmu, cepatlah pulang’.

Apa setiap orang tua selalu egois ? tanpa ada salah satu yang berusaha meminta maaf ? sejujurnya aku lelah, aku ingin bersama lagi. Aku ingin kursi meja makan penuh, tanpa ada satu kursi yang kosong karena ditinggal pergi. Aku ingin ada yang memasakkan makanan pagi untukku. Aku ingin dia ada disini. Ibu, jika aku menyuruhmu pulang hari ini, apakah kamu akan datang dan mencium lembut keningku ? ibu, aku merindukanmu.


5.8.13

easy come but dont easy go !

Posted by Risky Rinanda Anggraeni at 10:32 PM 0 comments
Aku masih mengingat air mata itu. Air mata yang mungalir lembut di ujung matamu. Air mata diammu. Terlalu bodohnya aku yang membuat tangismu pecah. Aku tahu sayang, kamu tak bermaksud untuk menyakitiku, justru aku yang menyakiti hatiku sendiri. Sejujurnya aku lelah dengan keadaan ini. Keadaan yang mulai mencengkeram hatiku. Aku merasa dipermainkan walau kamu tak pernah punya niat untuk melakukan itu. Tapi apa pedulimu ? perasaanmu tak sebesar perasaanku. Inginmu tak seperti inginku. Itu yang membuatmu merasa semua baik – baik saja tapi sebenarnya semua tak baik – baik saja sayang. Aku selalu mengempaskan nafasku dengan kasar, selalu membasahi bantalku dengan tangisku.

Cintaku terkatung – katung tanpa kejelasan dan jalan yang jelas. Suatu waktu aku menyesal, mengapa kemarin kamu menerangi gelapku ? mengapa kamu menunjukkan jalan untuk hatiku saat aku tersesat tak tahu arah ? dan diwaktu yang sama aku bersyukur, bersyukur akan kehadiranmu. Hari – hariku mulai berubah, aku mulai bisa membawa diriku ke jalan yang tepat, aku mulai bisa melupakan mereka yang pernah menyakitiku dan kamu mulai merubah hatiku.


Dan disaat kamu mampu merubah hatiku, apakah kamu akan pergi ? jangan pergi, tetaplah disini, tetaplah tersenyum untukku, tetaplah mengusap lembut rambutku.

4.8.13

titik dua bintang

Posted by Risky Rinanda Anggraeni at 10:21 PM 0 comments
Perasaan itu perlahan – lahan memenuhi setiap sudut hati. Dan sosokmu tak henti – hentinya melangkah bahkan berlari di otakku. Apakah aku sanggup menjalani babak baru ini ? babak yang memaksaku berhenti dan berharap lebih. Jika memang cinta itu tak harus memiliki , mungkin aku menjadi orang yang kesekian kalinya membantahnya. Egois memang pemikiranku , begitu juga dengan perasaanku. Lalu salahkah aku jika masih tetap bertahan menunggu setiap hembusan nafasmu disampingku walau kau hadir bukan sebagai milikku ?

Aku memang salah , membiarkan semua ini berlanjut sejauh ini hingga kau memutuskan untuk mengatakan bahwa kau tak ingin rasa kasihmu sama dengan rasa kasihku. Aku masih ingat saat kau masih tersenyum dengan manisnya. Aku suka memandang lesung pipimu yang hanya sebelah walau kadang  itu yang kujadikan alasan untuk menertawakanmu. Dan seketika itu kau mengeluh dan pura – pura berpaling. tapi mengapa kamu masih suka membelai wajahku dan mengusap rambutku saat aku terlelap ? aku menyadari itu sayang , tapi aku hanya diam dan pura – pura terlelap tidur karena aku tahu aku tak akan merasakan itu saat aku bangun. Aku suka setiap kata yang kamu lontarkan setelah aku berbicara panjang lebar. Kadang aku tersenyum kecil mengingat betapa lucunya dirimu yang hanya berkomentar ‘iya’ atau ‘oh’ setelah aku bercerita. Aku suka kebersamaan kita , saat kamu tertawa , saat kamu memeluk erat tubuh mungilku.  Aku ingin waktu berhenti saat itu agar aku bisa merasakan hangat dan harum tubuhmu. Aku tak ingin jarum jam berdetak walau hanya sedetik , karena saat itu aku akan menyadari bahwa kamu bukan sepenuhnya milikku. Mungkin sampai kapanpun aku tak akan bisa memilikimu. Prinsipmu menghalangiku untuk lebih menaruh harapan padamu. Prinsip yang benar – benar harus kamu jalani dan prinsip yang harus benar – benar kupatuhi.

Namun , tahukah kamu ? aku rindu akan kehadiran sosokmu , senyummu , tawamu juga usapan lembut di rambutku.


2.8.13

Rindu dalam diamku

Posted by Risky Rinanda Anggraeni at 9:57 PM 0 comments
Sepi ini mulai menjadi teman baikku. Teman dalam diamku. Teman dalam rinduku. Teman dalam mencintaimu. Entah mengapa akhir – akhir ini aku merasa kamu semakin jauh. Jauh dari semua yang pernah kamu lakukan kemarin. Bukan sesuatu yang penting bagimu, tapi sesuatu yang hilang dari bagian hidupku.

Rindu ini menyerangku perlahan – lahan. Bukan, bukan rindu yang kurasakan biasa tapi rindu yang semakin detik semakin menumpuk dan nyaris meluluh lantakkan hatiku. Inilah aku. Aku yang terpedaya oleh pesona mu. Aku yang lemah karena merasa akan kehilangan sosokmu. Aku yang merajam hatiku sendiri dan menyembabkan mataku karena begitu berartinya kehadiranmu dalam hatiku. Aku juga yang terlalu bodoh membiarkan cinta ini menyiksa batinku walau aku tahu kamu tak akan pernah merasakan hal yang sama.

Aku menikmati setiap serangan sakit ini. Sakit yang akan hilang begitu saja jika jarimu mulai menari indah di keypad handphonemu dan mulai mengetik ‘aku kangen kamu’. Sakit yang akan akan berangsur membaik jika aku mulai mendengar suara lembutmu dan candaanmu disebrang sana. Tahukah kamu ? aku  menikmati saat – saat itu walaupun aku tahu tak banyak harapan untuk mendapat bagian dalam hatimu. Tapi bolehkah aku menempati rongga yang akan  memasuki hatimu ? aku tak akan memaksa masuk dalam hatimu sayang , kamu yang menentukan aku harus keluar atau masuk.

Sampai saat ini aku masih merasakan sepi dalam rinduku. Aku masih tetap bersama handphone kesayanganku. Berharap handphoneku akan berbunyi dan namamu ada di list pesan atau chatku. Aku masih tetap setia melihat timelinemu, berusaha tahu apakah kamu menyertakan diriku dalam setiap tulisanmu. Tapi itu hal yang mustahilkan sayang ?


Apakah saat ini kamu memberi ruang untukku untuk merindukanmu ? tanpa diminta dan dipaksapun, aku akan merindukanmu dalam diam, merindukanmu dengan caraku sendiri.


untuk kamu yang mulai membuatku gila

Followers

About Me ^^

My Photo
Risky Rinanda Anggraeni
Risky Rinanda Anggraeni | 240395 | Single | Mahasiswa Universitas Negeri Malang - Teknologi Pendidikan | Dancer |
View my complete profile
 

Ichy :) Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review