Sepi ini mulai menjadi teman baikku. Teman dalam diamku. Teman dalam rinduku. Teman dalam mencintaimu. Entah mengapa akhir – akhir ini aku merasa kamu semakin jauh. Jauh dari semua yang pernah kamu lakukan kemarin. Bukan sesuatu yang penting bagimu, tapi sesuatu yang hilang dari bagian hidupku.
Rindu ini menyerangku perlahan – lahan. Bukan, bukan rindu yang kurasakan biasa tapi rindu yang semakin detik semakin menumpuk dan nyaris meluluh lantakkan hatiku. Inilah aku. Aku yang terpedaya oleh pesona mu. Aku yang lemah karena merasa akan kehilangan sosokmu. Aku yang merajam hatiku sendiri dan menyembabkan mataku karena begitu berartinya kehadiranmu dalam hatiku. Aku juga yang terlalu bodoh membiarkan cinta ini menyiksa batinku walau aku tahu kamu tak akan pernah merasakan hal yang sama.
Aku menikmati setiap serangan sakit ini. Sakit yang akan hilang begitu saja jika jarimu mulai menari indah di keypad handphonemu dan mulai mengetik ‘aku kangen kamu’. Sakit yang akan akan berangsur membaik jika aku mulai mendengar suara lembutmu dan candaanmu disebrang sana. Tahukah kamu ? aku menikmati saat – saat itu walaupun aku tahu tak banyak harapan untuk mendapat bagian dalam hatimu. Tapi bolehkah aku menempati rongga yang akan memasuki hatimu ? aku tak akan memaksa masuk dalam hatimu sayang , kamu yang menentukan aku harus keluar atau masuk.
Sampai saat ini aku masih merasakan sepi dalam rinduku. Aku masih tetap bersama handphone kesayanganku. Berharap handphoneku akan berbunyi dan namamu ada di list pesan atau chatku. Aku masih tetap setia melihat timelinemu, berusaha tahu apakah kamu menyertakan diriku dalam setiap tulisanmu. Tapi itu hal yang mustahilkan sayang ?
Apakah saat ini kamu memberi ruang untukku untuk merindukanmu ? tanpa diminta dan dipaksapun, aku akan merindukanmu dalam diam, merindukanmu dengan caraku sendiri.
untuk kamu yang mulai membuatku gila

0 comments:
Post a Comment