6.8.13

Mommy :'(

Posted by Risky Rinanda Anggraeni at 1:30 PM 0 comments
Disaat aku mulai rapuh, sudikah kamu memelukku lagi ? Disaat aku tejatuh, apakah kamu mau mengulurkan tangan lembutmu untuk membantuku bangun ? Disaat aku mulai merasa tidak berguna lagi, apakah kamu mau merangkul pundakku dan mengatakan 'aku disini untukmu' ?. Mungkin bukan hanya kehidupan cintaku yang tak ada cahayanya. Tapi juga hidupku yang nyata. Kelam. Tanpa arah dan tujuan.

Memang. Hidup itu harus ada yang pergi dan juga harus ada yang datang. Dan itu pasti. Tapi mengapa tuhan menakdirkan seseorang pergi ketika kita merasa amat sangat menyayanginya ? mengapa tuhan membiarkan kita mengeluh sia – sia karena kepergian ? tidak adil memang. Tapi semua itu tak akan bisa terbantahkan dan tak akan pernah bisa diurungkan. Hidup ini tak semudah mengaturnya hanya dengan kantung ajaib doraemon atau mungkin dengan tongkat sihir yang kamu beli dengan harga ribuan dolar di toko sihir. Kita hanya artis kawakan.

Aku sudah pernah merasakan ini sebelumnya. Mendengar berkali – kali umpatan di pagi hari yang memaksaku bangun dan berharap semua yang terjadi adalah sebuah mimipi buruk yang menakutkan. Ketika aku berusaha mencubit lengan tanganku aku pasti akan terbangun. Tapi ternyata tidak, semua ini nyata. Pertengkaran hebat mungkin sudah menjadi kegiatan rutin. Kemarin lusa, kemarin, hari ini dan mungkin esok.  Aku hanya bisa diam menahan amarah. Ada hasratku untuk menghentikan ini semua. Tapi apalah aku ? aku hanya anak ingusan yang hanya bisa menangis didalam kamar dan membiarkan ibuku pergi dengan mata yang sembab tanpa mempedulikan apakah anak – anaknya akan begitu merindukannya ketika hanya tumpukan bajunya di lemari tanpa pernah ada. Dia sudah lelah untuk berusaha memperbaiki keadaan. Kini, yang kulihat hanyalah ayahku yang merokok menahan amarah yang menjadi – jadi tanpa berusaha mencegahnya. Sesungguhnya aku mengerti, dia tak akan pernah rela.

Aku mulai merindukan sosoknya yang pagi – pagi menggedor – gedor kamarku seakan – akan ingin merobohkannya. Aku rindu bau masakannya. Bahkan aku sangat rindu dengan omelannya. Mungkin kemarin aku muak dengan omelannya tapi kenapa aku hanya diam ? disaat dia telepon menanyakan kabarku, kenapa aku hanya berkata ‘aku baik – baik saja bu’ tanpa mengatakan ‘bu, aku merindukanmu, cepatlah pulang’.

Apa setiap orang tua selalu egois ? tanpa ada salah satu yang berusaha meminta maaf ? sejujurnya aku lelah, aku ingin bersama lagi. Aku ingin kursi meja makan penuh, tanpa ada satu kursi yang kosong karena ditinggal pergi. Aku ingin ada yang memasakkan makanan pagi untukku. Aku ingin dia ada disini. Ibu, jika aku menyuruhmu pulang hari ini, apakah kamu akan datang dan mencium lembut keningku ? ibu, aku merindukanmu.


5.8.13

easy come but dont easy go !

Posted by Risky Rinanda Anggraeni at 10:32 PM 0 comments
Aku masih mengingat air mata itu. Air mata yang mungalir lembut di ujung matamu. Air mata diammu. Terlalu bodohnya aku yang membuat tangismu pecah. Aku tahu sayang, kamu tak bermaksud untuk menyakitiku, justru aku yang menyakiti hatiku sendiri. Sejujurnya aku lelah dengan keadaan ini. Keadaan yang mulai mencengkeram hatiku. Aku merasa dipermainkan walau kamu tak pernah punya niat untuk melakukan itu. Tapi apa pedulimu ? perasaanmu tak sebesar perasaanku. Inginmu tak seperti inginku. Itu yang membuatmu merasa semua baik – baik saja tapi sebenarnya semua tak baik – baik saja sayang. Aku selalu mengempaskan nafasku dengan kasar, selalu membasahi bantalku dengan tangisku.

Cintaku terkatung – katung tanpa kejelasan dan jalan yang jelas. Suatu waktu aku menyesal, mengapa kemarin kamu menerangi gelapku ? mengapa kamu menunjukkan jalan untuk hatiku saat aku tersesat tak tahu arah ? dan diwaktu yang sama aku bersyukur, bersyukur akan kehadiranmu. Hari – hariku mulai berubah, aku mulai bisa membawa diriku ke jalan yang tepat, aku mulai bisa melupakan mereka yang pernah menyakitiku dan kamu mulai merubah hatiku.


Dan disaat kamu mampu merubah hatiku, apakah kamu akan pergi ? jangan pergi, tetaplah disini, tetaplah tersenyum untukku, tetaplah mengusap lembut rambutku.

4.8.13

titik dua bintang

Posted by Risky Rinanda Anggraeni at 10:21 PM 0 comments
Perasaan itu perlahan – lahan memenuhi setiap sudut hati. Dan sosokmu tak henti – hentinya melangkah bahkan berlari di otakku. Apakah aku sanggup menjalani babak baru ini ? babak yang memaksaku berhenti dan berharap lebih. Jika memang cinta itu tak harus memiliki , mungkin aku menjadi orang yang kesekian kalinya membantahnya. Egois memang pemikiranku , begitu juga dengan perasaanku. Lalu salahkah aku jika masih tetap bertahan menunggu setiap hembusan nafasmu disampingku walau kau hadir bukan sebagai milikku ?

Aku memang salah , membiarkan semua ini berlanjut sejauh ini hingga kau memutuskan untuk mengatakan bahwa kau tak ingin rasa kasihmu sama dengan rasa kasihku. Aku masih ingat saat kau masih tersenyum dengan manisnya. Aku suka memandang lesung pipimu yang hanya sebelah walau kadang  itu yang kujadikan alasan untuk menertawakanmu. Dan seketika itu kau mengeluh dan pura – pura berpaling. tapi mengapa kamu masih suka membelai wajahku dan mengusap rambutku saat aku terlelap ? aku menyadari itu sayang , tapi aku hanya diam dan pura – pura terlelap tidur karena aku tahu aku tak akan merasakan itu saat aku bangun. Aku suka setiap kata yang kamu lontarkan setelah aku berbicara panjang lebar. Kadang aku tersenyum kecil mengingat betapa lucunya dirimu yang hanya berkomentar ‘iya’ atau ‘oh’ setelah aku bercerita. Aku suka kebersamaan kita , saat kamu tertawa , saat kamu memeluk erat tubuh mungilku.  Aku ingin waktu berhenti saat itu agar aku bisa merasakan hangat dan harum tubuhmu. Aku tak ingin jarum jam berdetak walau hanya sedetik , karena saat itu aku akan menyadari bahwa kamu bukan sepenuhnya milikku. Mungkin sampai kapanpun aku tak akan bisa memilikimu. Prinsipmu menghalangiku untuk lebih menaruh harapan padamu. Prinsip yang benar – benar harus kamu jalani dan prinsip yang harus benar – benar kupatuhi.

Namun , tahukah kamu ? aku rindu akan kehadiran sosokmu , senyummu , tawamu juga usapan lembut di rambutku.


2.8.13

Rindu dalam diamku

Posted by Risky Rinanda Anggraeni at 9:57 PM 0 comments
Sepi ini mulai menjadi teman baikku. Teman dalam diamku. Teman dalam rinduku. Teman dalam mencintaimu. Entah mengapa akhir – akhir ini aku merasa kamu semakin jauh. Jauh dari semua yang pernah kamu lakukan kemarin. Bukan sesuatu yang penting bagimu, tapi sesuatu yang hilang dari bagian hidupku.

Rindu ini menyerangku perlahan – lahan. Bukan, bukan rindu yang kurasakan biasa tapi rindu yang semakin detik semakin menumpuk dan nyaris meluluh lantakkan hatiku. Inilah aku. Aku yang terpedaya oleh pesona mu. Aku yang lemah karena merasa akan kehilangan sosokmu. Aku yang merajam hatiku sendiri dan menyembabkan mataku karena begitu berartinya kehadiranmu dalam hatiku. Aku juga yang terlalu bodoh membiarkan cinta ini menyiksa batinku walau aku tahu kamu tak akan pernah merasakan hal yang sama.

Aku menikmati setiap serangan sakit ini. Sakit yang akan hilang begitu saja jika jarimu mulai menari indah di keypad handphonemu dan mulai mengetik ‘aku kangen kamu’. Sakit yang akan akan berangsur membaik jika aku mulai mendengar suara lembutmu dan candaanmu disebrang sana. Tahukah kamu ? aku  menikmati saat – saat itu walaupun aku tahu tak banyak harapan untuk mendapat bagian dalam hatimu. Tapi bolehkah aku menempati rongga yang akan  memasuki hatimu ? aku tak akan memaksa masuk dalam hatimu sayang , kamu yang menentukan aku harus keluar atau masuk.

Sampai saat ini aku masih merasakan sepi dalam rinduku. Aku masih tetap bersama handphone kesayanganku. Berharap handphoneku akan berbunyi dan namamu ada di list pesan atau chatku. Aku masih tetap setia melihat timelinemu, berusaha tahu apakah kamu menyertakan diriku dalam setiap tulisanmu. Tapi itu hal yang mustahilkan sayang ?


Apakah saat ini kamu memberi ruang untukku untuk merindukanmu ? tanpa diminta dan dipaksapun, aku akan merindukanmu dalam diam, merindukanmu dengan caraku sendiri.


untuk kamu yang mulai membuatku gila

Followers

About Me ^^

My Photo
Risky Rinanda Anggraeni
Risky Rinanda Anggraeni | 240395 | Single | Mahasiswa Universitas Negeri Malang - Teknologi Pendidikan | Dancer |
View my complete profile
 

Ichy :) Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review